
Tim Teknis Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (Bapenda PPU) saat menghadiri Capacity Building Program Unggulan dan Roadmap TP2DD di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan.(Foto : S/Bapenda)
Penajam — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memperkuat langkah transformasi digital daerah melalui penyempurnaan Roadmap Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dan peluncuran program unggulan baru untuk menghadapi TP2DD Championship 2026.
Kepala Bapenda PPU, Hadi Saputro, SE., MT menyampaikan bahwa arah kebijakan digitalisasi pendapatan daerah kini difokuskan pada peningkatan efektivitas transaksi non-tunai, integrasi data pajak dan retribusi berbasis peta digital (GIS), serta peningkatan literasi digital bagi masyarakat dan pelaku usaha.
“Kabupaten PPU menargetkan peningkatan skor Championships TP2DD dari 79,72 persen menjadi minimal 90 persen pada tahun 2026. Strategi utama kami adalah konsistensi implementasi, dokumentasi digital yang kuat, dan partisipasi masyarakat melalui gerakan Gerbang Digital,” ujar Hadi.
Program Unggulan: GIS MAPAN dan Digitalisasi Retribusi
Melalui dokumen Winning Strategy TP2DD 2026, Bapenda menetapkan dua program unggulan prioritas:
- GIS MAPAN (Geospasial Integrasi Sistem untuk Masyarakat PPU Aman dan Nyaman)
Fokus pada pemetaan objek pajak dan retribusi dengan validasi GPS serta dashboard PAD berbasis peta. Program ini akan mencapai 60 persen pemetaan objek pada tahun 2026 dan terus meningkat hingga 90 persen di tahun 2027. - Digitalisasi Retribusi Pasar dan Persampahan
Mengintegrasikan pembayaran retribusi pasar dan sampah dengan sistem perbankan serta kanal digital seperti QRIS, mobile banking, dan virtual account. Target awal 2026 adalah 35 persen transaksi non-tunai di pasar percontohan Penajam, Waru, dan Sepaku.
Selain itu, Roadmap ETPD 2025–2029 akan disempurnakan melalui addendum resmi yang mengintegrasikan program unggulan ke dalam batang tubuh SK Bupati, lengkap dengan jadwal evaluasi tiap enam bulan.
Manajemen Dokumentasi dan Branding “Gerbang Digital”
Bapenda juga membentuk Tim Dokumentasi TP2DD yang bertugas melakukan publikasi rutin melalui media sosial dan website resmi Bapenda.
Program branding dengan nama “Gerbang Digital” diangkat untuk memperkuat identitas PPU sebagai “Gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN)” dengan tagline “Transaksi Digital, PAD Naik Pesat.”
Publikasi dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk Instagram, Facebook, TikTok, serta media lokal, dengan konten yang menampilkan kisah sukses pelaku usaha dan masyarakat yang telah beralih ke transaksi digital.
Fokus Hasil dan Kolaborasi
Dengan implementasi strategi yang disiplin, Bapenda menargetkan:
- Peningkatan transaksi retribusi non-tunai hingga 50 persen pada pertengahan 2026,
- Pertumbuhan PAD sebesar 15–20 persen, serta
- Terbangunnya fondasi digitalisasi daerah yang berkelanjutan sebagai contoh bagi wilayah penyangga IKN.
Bapenda PPU juga menjalin sinergi erat dengan Bank Kaltimtara, BI Balikpapan, dan Korlantas Polri dalam sinkronisasi data fiskal serta pengembangan sistem One Data One Payment melalui Samsat Digital PPU.
“Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi perubahan budaya pelayanan publik. Melalui Gerbang Digital, kami ingin memastikan setiap rupiah yang dibayarkan masyarakat kembali dalam bentuk pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel,” tutup Hadi.(S/*Bapenda)